Si Bintang Utara

   

Bintang Polaris
Sumber : https://bobo.grid.id/

" Loh, kok buram? Yah, langitnya mendung. " keluhku.  

Benar - benar mengecewakan, langit malam selalu dalam keadaan mendung 2 bulan terakhir ini. Maksudku, kalian tau kan Bintang Utara? Bukan Bintang Pantura ya hehe.. 

Bintang Polaris

Ia selalu terlihat sendirian di langit utara sana, namun sinarnya sungguh paling terang dari bintang lainnya. Sang petunjuk arah bagi para nelayan yang melaut & para pendaki yang tersesat di malam hari. Percuma saja, teleskop semahal apapun tak akan berguna jika langit terhalang oleh gumpalan kapas di atas sana. 

Lagipula kenapa gumpalan itu sangat pekat? Padahal selama 2 bulan terakhir ini tidak ada turun hujan apa lagi badai yang melanda. Benar - benar sangat membebani pikiranku. Ku tanya dosenku, beliau hanya menjawab bahwa itu fenomena alam biasa. Kurasa beliau juga mengarang jawaban itu, maksudku beliau sama sekali tidak memberikan penjelasan ilmiahnya lohhh guysss,,, Ok, skip. 

Mungkin beberapa dari kalian masih bingung semenarik apa sih si bintang polaris ini. Jadi istimewanya, si paling... paling.. cerah ini tidak pernah berpindah tempat dan tidak akan pernah terbit ataupun terbenam. Keren kan? Pastinya keren banget sebab posisinya selalu ada di utara. Karena posisinya yang tak pernah berpindah inilah ia sangat bermanfaat sebagai petunjuk jalan atau arah mata angin. Tepatnya kalau suatu hari nanti kalian liburan ke kutub utara lalu menengadah saat disana sedang malam hari, kalian akan melihat Polaris tepat di atas kepala kalian. Kok bisa gitu ya? Tentu saja bisa, sebab letak Polaris memang di atas Kutub Utara. 

Bintang Navigasi 

Ok waktunya serius, Tahukah kalian? Polaris pertama kali dipetakan oleh astronom Claudius Ptolemy yang hidup antara tahun 85 -165 SM. Lokasi bintang ini sangat dekat dengan Kutub Utara sehingga akhirnya menjadi penting dan bermanfaat bagi para navigator. Ketika malam hari, di belahan Bumi Utara, jika kita melihat Polaris maka kita akan tahu arah mana yang utara. Kemudian setelah itu kita dapat mengetahui arah selatan, timur, dan barat. Selama ratusan tahun Polaris telah berperan sebagai petunjuk arah. 
 
Tidak hanya itu, Bintang Utara ini juga dapat memberi tahu garis lintang.Sebab, sudut dari cakrawala Polaris sama dengan garis lintang posisi kita. Namun, Polaris tidak berguna sebagai alat bantu navigasi apabila kita berada di daerah selatan khatulistiwa karena pada posisi itu Polaris turun di bawah cakrawala. 💜

 

 


Komentar