Persona

 Part 1

    Hi, bagaimana kabar kalian? Semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat ya saat membaca artikelku di label Lifestyle ini. Seperti yang tertera pada label, halaman ini akan diisi dengan hal - hal yang berkaitan dengan " Life " atau kehidupan. Judul artikel kali ini mungkin agak asing bagi kalian yang belum pernah mendengar kata Persona, Apa sih Persona itu ? Apakah Persona sama dengan kata Personal, Pesona, atau Personil ? Lalu seberapa penting dan apa hubungan Persona bagi kehidupan? Kalian akan mengetahuinya segera.

Persona

Sumnber : https://www.kompasiana.com/


    Secara singkat Persona berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah Topeng. Topeng semaca apa? Topeng untuk pentas seni? Tentunya bukan. 

    Menurut Karl Gustav Jung seorang Pencetus Psikologi Analitis, Persona adalah topeng yang dipakai individu sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap tuntutan - tuntutan keseharian ketika berhubungan dengan orang lain. Jadi dapat dikatakan Persona erat kaitannya dengan topeng kehidupan yang kita pakai untuk menunjukkan sisi diri kita dihadapan publik. Lalu apakah hidup dengan topeng ini buruk ? Selama ini kita terlalu termakan asumsi beberapa oknum yang menyebarkan bumbu tentang hidup apa adanya atau tanpa kepura - puraan. Namun faktanya, manusia tidak dapat hidup tanpa menggunakan topeng. Affah iya? Hah, apa? Kamu Nanyeaaa? Skip. Jawabannya ya. Manusia hidup dari topeng ke topeng. Apa maksudnya bestie?
    
    Maksudnya adalah topeng ini kita perlukan untuk menghubungkan diri kita dengan lingkungan sekitar. Ketika kamu berbicara dengan orangtua, dosen, sahabat, atau doimu, apakah cara bicaramu sama ketika kamu berbicara sebagai anak dari ortumu dan sebagai pacar dari doimu? Tentu berbeda bukan? Itulah yang disebut sebagai Persona atau Topeng Kehidupan. Kita butuh topeng itu untuk melanjutkan kehidupan kita. Lalu topeng seperti apa yang tidak boleh digunakan? Yaitu ketika kita menyalahgunakan topeng tersebut untuk hal - hal negatif semisal menipu orang lain atau kriminalitas. Apa contohnya? Misal kau adalah anak dari seorang ayah berprofesi sebagai sopir angkot, namun karena malu kau menyalahgunakan topengmu dengan mengaku bahwa ayahmu adalah seorang pengusaha kaya raya pada teman - temanmu lalu memaksakan keadaan untuk mengikuti gaya hidup anak konglomerat. Topeng yang seperti inilah yang tidak boleh kita pakai dalam kehidupan.

    Hanya itu saja? Tidak, masih ada satu penyakit lagi di dunia pertopengan ini. Yaitu keadaan dimana diri kita terlalu peduli akan pentingnya topeng. Sesuatu yang terlalu berlebihan juga tidak baik bukan? Lalu yang seperti apa? Ketika kita terlalu peduli akan pentingnya topeng untuk berhadapan dengan publik, maka hal seperti ini akan menyebabkan diri kita hanya sibuk memenuhi keinginan publik saja dan menjadikan diri ini seorang yang tak punya keinginan. Bukankah kalian sering berhadapan dengan orang - orang yang seperti itu? Orang - orang yang hanya ingin dimengerti dan membuat kita mengorbankan jati diri kita yang sebenarnya karena kita terlalu sibuk memenuhi keinginan si orang yang paling ingin dimengerti itu. Faktanya, beberapa orang memang sangat menyusahkan dalam hal tertentu. Maka berhati - hatilah, jangan sampai kita kehilangan jati diri. Semua omongan orang memang harus kita dengarkan untuk menghormatinya, namun tidak semua omongan orang harus kita pedulikan. Inilah pentingnya untuk kita menjaga keseimbangan di setiap sisi topeng kehidupan yang kita kenakan.

    Bagaimana? Apakah kalian sudah paham topeng macam apa yang kalian kenakan sekarang?

BACA JUGA : 



    

Komentar